<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DewiZoom&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://dewiagustinakpm.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dewiagustinakpm.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2009 14:20:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dewiagustinakpm.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DewiZoom&#039;s Blog</title>
		<link>http://dewiagustinakpm.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dewiagustinakpm.wordpress.com/osd.xml" title="DewiZoom&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dewiagustinakpm.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DAMPAK MIGRASI TERHADAP PEMBANGUNAN DESA</title>
		<link>http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/dampak-migrasi-terhadap-pembangunan-desa/</link>
		<comments>http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/dampak-migrasi-terhadap-pembangunan-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 14:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiagustinakpm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Desa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/dampak-migrasi-terhadap-pembangunan-desa/</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK Dapat kita lihat pada kenyataan di dalam kehidupan ini, perpindahan penduduk sering terjadi. Entah itu perpindahan penduduk dari desa-kota, kota-desa, dalam negeri-luar negeri. Setiap perpindahan itu pasti dilandasi oleh suatu motivasi atau ada faktor-faktor tertentu yang mendorong seseorang untuk berpindah. Faktor yang paling utama adalah faktor ekonomi yaitu meningkatkan pendapatan rumahtangga. Tanpa disadari perpindahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewiagustinakpm.wordpress.com&amp;blog=7890743&amp;post=4&amp;subd=dewiagustinakpm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ABSTRAK</p>
<p>	Dapat kita lihat pada kenyataan di dalam kehidupan ini, perpindahan penduduk sering terjadi. Entah itu perpindahan penduduk dari desa-kota, kota-desa, dalam negeri-luar negeri. Setiap perpindahan itu pasti dilandasi oleh suatu motivasi atau ada faktor-faktor tertentu yang mendorong seseorang untuk berpindah. Faktor yang paling utama adalah faktor ekonomi yaitu meningkatkan pendapatan rumahtangga.<br />
Tanpa disadari perpindahan penduduk ini mengalami dampak terhadap pembangunan desa yaitu: a) mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian; b) penduduk menjadi berkurang terutama dari golongan yang lebih muda, lebih berkualitas, lebih dinamis, sehingga kecenderungan yang masih tinggal adalah penduduk yang tergolong kurang produktif dan terdiri dari golongan usia muda dan tua; c) adanya kecenderungan pergantian penduduk antara penduduk asli atau tuan rumah dengan penduduk pendatang; d) terdapat pengosongan kampung sehingga dapat menimbulkan konflik di kemudian hari.<br />
Perpindahan penduduk tidak hanya menpunyai dampak terhadap pembangunan desa, tetapi juga mempunyai manfaat seperti: a) Perpindahan petani dari desa ke desa umumnya menjadi pelopor pembuka persawahan dan pemukiman; b) Kaum terdidik mengisi berbagai lowongan kerja pada berbagai instansi yang tersedia tanpa membedakan suku bangsa atau daerah sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki; c) Kaum pendidik menyebar kemana-mana untuk meningkatkan pengetahuan warga masyarakat melalui pengajaran dan pembukaan persekolahan; d) Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sangat nasionalisme lebih tinggi dari fanatisme kedaerahan.</p>
<p>Kata kunci : Perpindahan penduduk, Migrasi, Dampak, Pembangunan<br />
BAB I<br />
PENDAHULUAN<br />
1.1	Latar Belakang<br />
Dewasa ini, migrasi merupakan salah satu mobilitas penduduk yang banyak di “gemari” oleh masyarakat. Orang-orang yang bermigrasi mempunyai faktor-faktor tersendiri, tetapi biasanya dipengaruhi oleh segala sesuatu yang bersifat ekonomis. Dapat kita lihat, perpindahan pada zaman dahulu biasanya dimaksudkan untuk menguasai daerah-daerah baru yang kemungkinan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik misalnya seperti berdagang.  Selain yang bersifat ekonomis ada pula sebab lain yang mendorong faktor untuk bermigrasi.<br />
Biasanya migrasi desa-kota yang terjadi di suatu wilayah, karena di desa masing-masing orang rata-rata bermatapencaharian sebagai petani. Jarang sekali ditemukan orang yang mempunyai pekerjaan sampingan selain bercocok tanam, bersawah, berladang, dan sebagainya. Mobilitas penduduk mengambil tempat yang penting dalam masyarakat. Ini akan mengakibatkan peningkatan dalam pendapatan petani, sedangkan lahan pertaniannya relatif tetap atau bahkan berkurang.<br />
Tetapi itu tidak bertahan lama karena sudah muncul patron-clien. Adanya patron-clien ini membuat kedilemaan yang dihadapi oleh komunitas petani di pedesaan adalah rendahnya tingkat pendapatan dan kurangnya peluang untuk berusaha dan bekerja di sektor pertanian. Ini dijadikan sebagai salah satu pertimbangan petani untuk membuat suatu keputusan mobilitas.<br />
Hal ini sangat menarik untuk dibicarakan, apalagi pada zaman moderenisasi sekarang dan kegiatan-kegiatan pembangunan yang semakin meningkat dapat pula menjadi penyebab terjadinya gerak penduduk keluar dari daerah pedesaan.</p>
<p>1.2	     Perumusan Masalah<br />
Dilihat dari latar belakang yang telah dijelaskan seperti di atas  maka disusunlah suatu perumusan masalah, yaitu sebagai berikut :<br />
1.	Apakah motivasi migran dan faktor-faktor untuk bermigrasi ?<br />
2.	Bagaimana dampak gerak penduduk terhadap pembangunan ?<br />
3.	Apakah manfaat pembangunan bagi pedesaan ?</p>
<p>1.3	Tujuan<br />
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :<br />
1.	Mengetahui alasan atau motivasi dan faktor-faktor sebagian besar orang yang bermigrasi.<br />
2.	Mengetahui dampak dari gerak penduduk terhadap pembangunan.<br />
3.	Mengetahui manfaat-manfaat dari pembangunan bagi pedesaan.</p>
<p>1.4	Manfaat<br />
Penulisan tentang pokok pembahasan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Manfaat-manfaat tersebut antara lain :<br />
1.	Pembaca dapat mengerti alasan seseorang untuk bermigrasi, apa fktor yang mendukung untuk bermigrasi.<br />
2.	Agar bisa menjadi suatu pertimbangan untuk seseorang yang hendak melakukan migrasi dengan mengetahui dampak yang terjadi dalam pembangunan.<br />
3.	Menjadi sebuah referensi bagi pembaca yang ingin membuat karaya tulis tentang pokok bahasan yang dibahas dalam makalah ini.<br />
4.	Untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. </p>
<p>       BAB II<br />
MOTIVASI BERMIGRASI<br />
Orang-orang yang memutuskan untuk bermigrasi dapat dianggap sebagai orang-orang pilihan diantara populasinya dan dapat dilakukan secara individual serta bukan merupakan perilaku acak   (Guillet dan Uzzel, 1976:10).  Menurut Aswatini Raharto, 1999 migrasi merupakan proses yang selektif. Artinya, merupakan orang-orang yang sudah terseleksi, baik secara negatif maupun positif dan bukan mereka yang terpilih secara acak di daerah asalnya. Pernyataan ini sangat bertentangan dengan pernyataan-pernyataan yang lainnya.  Seperti yang telah dinyatakan oleh Butterworth (1971), walau kemiskinan di pedesaan merupakan faktor yang mendorong penduduk meninggalkan tanahnya, gerakan keluar (merantau) itu sifatnya sangat selektif dan kemiskinan itu sendiri tidak merupakan alasan yang cukup untuk bermigrasi.<br />
Menurut Prof. Dr. Usman Pelly, ada tiga faktor utama yang merupakan keunggulan para migran sehingga mereka pergi meninggalkan daerah mereka. Pertama, karena pada dirinya melekat motivasi dan panggilan kultural yang kuat. Kedua, karena merasa terpilih dari pada penduduk lainnya untuk berimigrasi. Ketiga, saluran migrasi biasanya memakai saluran kekeluargaan. Sedangkan menurut Oberai, 1981 dalam Aswatini Raharto, banyak orang memilih untuk bermigrasi.<br />
Ada pun faktor-faktor lain yang menyebabkan terjadinya migrasi yaitu ingin bergabung bersama teman-teman atau keluarganya, ada yang menarik di daerah yang akan dituju, meningkatkan pendidikan(termasuk dalam karakteristik migran), menghindari kekangan sosial-budaya di daerah asalnya dan bisa juga dari tekanan penduduk yang semakin besar terdesak oleh faktor lingkungan alamnya. Misalnya suatu daerah yang memiliki tanah yang gersang akan memiliki motivasi merantau yang sangat tinggi, begitupun sebaliknya apabila suatu daerah memiliki  tanah yang relatif subur dan masih kaya akan sumber daya alamnya, maka motivasi untuk bermigrasi relatif  rendah. Faktor-faktor pendorong di daerah asal dan faktor penarik di daerah tujuan akan sangat berpengaruh terhadap ‘siapa yang akan bermigrasi’. Hardjosudarmo (1965) dalam Elvina Refiani (2006) menyatakan bahwa terjadinya migrasi disebabkan oleh tiga faktor, yaitu; 1) Faktor pendorong (push factor) yang ada pada daerah asal, yakni karena adanya petambahan penduduk yang mengakibatkan timbulnya tekanan peduduk, adanya kekeringan sumber alam, adanya fluktuasi iklim, dan ketidaksesuaian diri dengan tempat asal; 2) Faktor penarik (pull factor) yang ada pada daerah tujuan, yakni karena munculnya sumber alam serta sumber mata pencaharian baru, adanya pendapatan-pendapatan baru, dan iklim yang sangat baik; 3) Faktor lainnya (other factors), yakni karena adanya perubahan-perubahan teknologi, seperti munculnya mekanisme pertanian yang bisa menyebabkan berkurangnya permintaan tenaga kerja untuk pertanian. Hal ini memaksa buruh tani untuk pindah ketempat atau pekerjaan lain. Selain itu juga kerana adanya perubahan pasar, faktor agama dan politik serta faktor pribadi.<br />
Perpindahan ada hubungannya dengan dengan siklus kehidupan, dan setiap perpindahan tidak berarti merupakan komitmen untuk berdiam seterusnya di daerah rantauan tersebut. Tetapi biasanya para migran berangkat dengan motivasi dalam waktu jangka panjang, jarang di antara mereka yang hanya menetap untuk sementara. Setelah para migran merasa telah mapan di daerah migrasi mereka, maka mereka akan mendorong atau mempengaruhi anggota keluarganya untuk ikut bemigrasi ke tempatnya atau bermigrasi ke daerah lainnya.<br />
Pada tabel 2.1 disajikan beberapa hasil penelitian gerak penduduk di dunia ketiga dengan selang waktu dan unit keruangan yang digunakan (Prothero dan Chapman, 1985). Pada tabel tersebut nampak bahwa untuk komutasi menggunakan selang waktu lima atau enam jam sampai lima bulan. Sirkulasi atau osilasi dalam arti gerak secara teratur (rutin) menggunakan variasi selang waktu dari tiap hari sampai kurang dari tiga bulan. Adapun migrasi atau pindah, variasi waktunya bergerak dari satu minggu sampai terjadinya perpindahan yang menetap. Demikian beragamnya selang waktu yang digunakan, sehingga sulit untuk menciptakan batasan yang baku bagi masing-masing bentuk gerak penduduk tersebut yang bebas dari dimensi waktu yang saling tumpang-tindih. Oleh karena itu, batas antara “permanen” dan “sementara” dalm studi-studi gerak penduduk senantiasa menjadi perdebatan yang menarik .<br />
Tabel 2.1 Waktu dan Bentuk-Bentuk Gerak Penduduk<br />
Komutasi	Sirkulasi<br />
*Osilasi*	Migrasi	Selang Waktu<br />
Perjalanan teratur (rutin) ke dan tempat bekerja atau sekolah (tidak perlu setiap hari)	-	Terus menerus meninggalkan desa sekurang-kurangnya 6 bulan	Tiap hari sampai sekurang-kurangnya 6 bulan</p>
<p>Meninggalkan dukuh selama 6-24 jam	-	Perpindahan tempat tinggal sekurang-kurangnya 1 tahun	6 jam sampai sekurang-kurangnya 1 tahun<br />
Secara teratur meninggalkan desa, tetapi kembali sekurang-kurangnya satu kali tiap minggu	-	Terus menerus meninggalkan desa sekurang-kurangnya 12 bulan, tetapi bisa kembali lagi ke desa	Tiap minggu sampai sekurang-kurangnya 1 tahun<br />
-	Pergi secara teratur (rutin) untuk waktu satu hari sampai kurang dari satu bulan	Gerak “permanen” tanpa ada maksud untuk kembali, tetapi hanya untuk kunjungan	Tiap hari rutin sampai migrasi “permanen”<br />
-	Meninggalkan komunitasnya sampai 3 bulan atau kurang	Secara pasti mengubah tempat tinggal, tidak kembali kecuali untuk kunjungan	Kurang dari 3 bulan secara pasti mengubah tempat tinggal<br />
Meninggalkan desa sampai 24 jam untuk bekerja, berdagang, subsistensi	-	Mengubah tempat tinggal secara permanen	Tiap hari sampai mengubah tempat tinggal secara permanen<br />
Tiap hari meninggalkan desa untuk bekerja atau pendidikan 	-	Mengubah tempat tinggal secara permanen, maksimal 40 tahun	5-6 jam sampai 14 tahun<br />
-	Gerak harian secara rutin untuk kunjungan-kunjungan singkat	Tempat tinggal di luar desa selama survei	Tidak ada selang waktu yang khusus<br />
6 jam-5 bulan pergi tiap hari/tiap minggu untuk bekerja, sekolah, pergi musiman untuk bekerja, bisnis kerabat	-	Secara pasti mengubah tempat tinggal dari sekurang-kurangnya 1 minggu sampai “perpindahan mutlak” melalui perkawainan, adopsi	Tidak ada selang waktu selama pengumpulan data. Rangakaian kesatuan waktu 6 jam sampai perpindahan mutlak, ditentukan dari catatan lapang<br />
5-6 jam sampai 5 bulan	Tiap hari sampai kurang dari 3 bulan	1 minggu sampai migrasi permanen	5-6 jam sampai perpindahan mutlak</p>
<p>BAB III<br />
DAMPAK GERAK PENDUDUK<br />
TERHADAP PEMBANGUNAN<br />
Katz dalam Ndraha (1982) dalam Massad Hatuwe (2000), mengatakan bahwa pembangunan adalah perubahan kemasyarakatan besar-besaran dari keadaan yang satu menuju kepada keadaan yang baru yang lebih baik. Perubahan-perubahan itu meliputi semua bidang kehidupan manusia. Pembangunan direncanakan dari manusia untuk manusia itu sendiri. Agar pembangunan dapat berlangsung dan berhasil, tidak hanya diperlukan modal yang cukup dan pengetahuan teknis., tetapi juga diutamakan dari manusia atau warga negara yang mempunyai rasa tanggung jawab. Pembangunan tidak akan berhasil hanya dengan modal dan teknis saja tanpa diikuti dengan pembangunan manusianya.<br />
Polsby dalam Ndraha (1987) dalam Massad Hutawe (2000) menyatakan bahwa semua pembangunan menyangkut bahkan ditujukan untuk masyarakat tetapi sebagai metode, pembangunan masyarakat mempunyai karakter tersendiri. Pembangunan masyarakat tidak saja bermaksud membina hubungan dan kehidupan setiap orang untuk membangun masyarakat karena setiap satuan masyarakat mempunyai kekuatan sendiri misalnya kerukunan, keakraban, solidaritas, dan kebersamaan.<br />
Pasaribu dan Simanjuntak (1982) dalam Masad Hatuwe (2000) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan adalah 1) Faktor ekonomi, 2) Faktor sosial budaya yang meliputi faktor-faktor demografis, struktur masyarakat, mental pendidikan, kemiskinan struktural dan motivasi.<br />
Disamping itu, faktor geografis dan faktor keterasingan. Kesemua faktor itu mempunyai kaitan satu dengan yang lainnya sehingga membentuk mata rantai yang apabila tidak menimbulkan masalah dapat mempelancar proses pembangunan, tetapi sebaliknya apabila faktor-faktor itu sebagian atau seluruhnya menimbulkan permasalahan bagi suatu masyarakat maka proses pembangunan dalam masyarakatnya itu akan mengalami hambatan.<br />
Pembangunan di daerah pedesaan khusunya pembangunan pertanian, yang berbeda mempunyai implikasi yang berbeda pula terhadap gerak penduduk. Kegiatan pembangunan tertentu mempunyai dampak yang mempercepat terjadinya migrasi, sedangkan kegiatan lainnya cenderung memperlambat terjadinya gerak penduduk desa-kota. Oleh karena dampak dari kegiatan-kegiatan pembangunan saling berlawanan terhadap gerak penduduk, menyebabkan generalisasi yang umum sukar dibuat (Rhoda, 1979).<br />
Perpindahan penduduk mempunyai dampak yang dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:<br />
1.	Dampak terhadap yang pindah, yaitu: a) bagi kaum tani memungkinkan mereka untuk memiliki lahan pertanian yang lebih luas dan subur; b) petani dapat mengerjakan tanahnya sesuai dengan apa yang diinginkan termasuk menyewakan atau menjualnya; c) terbuka kesempatan untuk memperoleh pekerjaan tambahan diluar sektor pertanian; d) masa depan anak-anak atau keluarga menjadi lebih cerah; e) bagi kaum yang terdidik mendapatkan kesempatan besar untuk memperoleh lapangan kerja dan membuka lapangan kerja sendiri; f) keberhasilan dan informasi dari migrant akan menjadi “perayu” untuk keluarga yang masih berada di daerah asalnya.<br />
2.	Dampak terhadap daerah yang ditinggalkan.<br />
3.	Dampak terhadap daerah yang dituju.<br />
Adapun kaitan kegiatan pembangunan pedesaan dan daerah dampak perpindahan penduduk adalah: a) mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian; b) penduduk menjadi berkurang terutama dari golongan yang lebih muda, lebih berkualitas, lebih dinamis, sehingga kecenderungan yang masih tinggal adalah penduduk yang tergolong kurang produktif dan terdiri dari golongan usia muda dan tua; c) lahan-lahan kering kepunyaan “tuan-rumah” pada umumnya tidak diusahai anggota keluarga yang tinggal; d) adanya kecenderungan pergantian penduduk antara penduduk asli atau tuan rumah dengan penduduk pendatang; e) terdapat pengosongan kampung sehingga dapat menimbulkan konflik di kemudian hari; f) sangat jarang orang-orang yang berhasil dan telah pensiun pulang kampung (menetap) sehingga kurang mendorong usaha-usaha pembangunan pedesaan untuk mempercepat proses penerimaan ide-ide baru.<br />
Ada beberapa kegiatan pembangunan pertanian yang mempunyai dampak negatif terhadap migrasi desa-kota, ada juga yang mempunyai dampak positif. Di bawah ini disebutkan beberapa kegiatan-kegiatan pembangunan pedesaan yang mendorong terjadinya gerak penduduk keluar (dalam jangka waktu panjang), walaupun pada awal kegiatan (jangka pendek) dampaknya kecil . Selain mendorong penduduk keluar, kegiatan-kegiatan pembangunan pedesaan juga dapat mengurangi gerak penduduk keluar .<br />
Pada umumnya kegiatan-kegiatan pembangunan di daerah pedesaan tidak dapat dibenarkan kalau kegiatan tersebut dikatakan mengurangi migrasi desa-kota. Dampak kegiatan-kegiatan pembangunan terhadap migrasi desa-kota adalah kompleks (rumit) dan tidak dapat dibuat generalisasi yang luas.</p>
<p>BAB IV<br />
MANFAAT PEMBANGUNAN BAGI PEDESAAN<br />
Pembangunan pedesaan meliputi pengembangan kesempatan kerja di luar pertanian, pembangunan prasarana pedesaan, peningkatan pelayanaan sosial pedesaan, yaitu pendidikan, pelayanaan kesehatan dan keluarga berencana. Pembangunan prasarana perhubungan, yaitu jalan-jalan atau transportasi, meningkatkan integrasi desa-kota dan mengurangi rintangan antara terhadap migrasi desa-kota. Peningkatan pembangunan jalan desa dapat meningkatkan pendapatan pedesaan, mendorong dan memperluas komersialisasi pertanian serta peningkatan produksi pertanian. Dengan demikian, orang-orang desa akan semakin sering melakukan perjalanan ke kota dengan ongkos yang lebih murah dan lebih cepat. Migrasi desa-kota menjadi semakin meningkat, karena integrasi desa-kota semakin membaik.<br />
Pembangunan untuk meningkatkan pelayanan sosial pedesaan secara langsung berkaitan dengan kesejahteraan penduduk pedesaan. Studi-studi tentang migrasi menunjukan adanya korelasi yang kuat antara tingkat pendidikan formal dengan tingkat migarsi. Pendidikan formal mempersiapkan anak muda dengan keterampilan yang lebih sesuai di kota-kota daripada di daerah pedesaan. Akibatnya, mereka berpindah dalam jumlah yang besar ke kota. Pembangunan yang berusaha meningkatkan pendidikan formal di daerah pedesaan dapat menahan arus perpindahan anak muda ke kota. Akan tetapi, apabila telah tamat pada tingkat pendidikan tertentu, maka tingkat migrasi ke kota meningkat. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan formal di daerah pedesaan mempunyai dampak yang positif terhadap migrasi kota.<br />
Program peningkatan pelayanan kesehatan bertujuan pula untuk meningkatkan produktivitas kerja dan tingkat pendapatan, yang selanjutnya dapat meningkatkan atau mengurangi tingkat migrasi desa-kota, tergantung pada situasi. Sedangkan pada program KB  di daerah pedesaan diharapkan dapat berkaitan dengan tingkat migrasi desa-kota yang lebih rendah dalam jangka waktu lama.<br />
Manfaat yang dapat disumbangkan para penduduk yang pindah atau para migran dalam kerangka pembangunan nasional adalah: a) Perpindahan petani dari desa ke desa umumnya menjadi pelopor pembuka persawahan dan pemukiman; b) Kaum terdidik mengisi berbagai lowongan kerja pada berbagai instansi yang tersedia tanpa membedakan suku bangsa atau daerah sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki; c) Kaum pendidik menyebar kemana-mana untuk meningkatkan pengetahuan warga masyarakat melalui pengajaran dan pembukaan persekolahan; d) Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sangat nasionalisme lebih tinggi dari fanatisme kedaerahan.</p>
<p>BAB V<br />
PENUTUP<br />
V.1 Kesimpulan<br />
	Migrasi merupakan suatu perpindahan penduduk yang terjadi akibat adanya dorongan atau tekanan dari lingkungan sekitarnya seperti lingkungan alam, adanya tekanan, lingkungan yang tidak dapat menambah pendatan seseorang. Ada pun faktor-faktor yang membuat seseorang mengambil keputusan untuk bermigrasi, faktor-faktor tersebut adalah faktor pendorong, faktor menarik dan faktor lainnya. Tetapi yang sering menjadi alasan untuk bermigrasi ialah faktor ekonomi. Migrasi harus melewati beberapa tahapan dalam menyeleksi.<br />
Perpindahan penduduk (migrasi) mempunyai dampak yang dikategorikan dalan 3 kriteria, yaitu: 1) Dampak terhadap yang pindah; 2) Dampak terhadap daerah yang ditinggalkan; dan 3) Dampak terhadap daerah yang dituju. Adapun kaitan kegiatan pembangunan pedesaan dan daerah terhadap dampak perpindahan penduduk yaitu salah satunya berkurangnya tenaga remaja atau anak yang berusia produktif sehingga dapat menyebabkan hilangnya kerjasama antar masyarakat yang sehingga dapat melemahkan pembangunan desa. Tetapi pembangunan dalam kenyataannya dapat dapat meningkatkan pendapatan desa seperti prasarana perhubungan.<br />
V.2 Saran<br />
Adapun saran yang saya miliki untuk pokok bahasan di atas :<br />
1.	Sesama satu komunitas kita harus saling mendukung agar pembangunan desa menjadi lancar.<br />
2.	Mempertahankan pembangunan yang sudah ada dan buatlah suatu pembangungan yang lain atau baru agar pendapatan desa meningkat.<br />
3.	Manfaatkanlah anak remaja atau orang yang berusia produktif untuk dapat mengembangkan pkirannya terhadap perencanaan pembangunan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewiagustinakpm.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewiagustinakpm.wordpress.com&amp;blog=7890743&amp;post=4&amp;subd=dewiagustinakpm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/dampak-migrasi-terhadap-pembangunan-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a77344703623be6d6b69961783f6b5d6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewiagustinakpm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/hello-world/</link>
		<comments>http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 10:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiagustinakpm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewiagustinakpm.wordpress.com&amp;blog=7890743&amp;post=1&amp;subd=dewiagustinakpm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewiagustinakpm.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewiagustinakpm.wordpress.com&amp;blog=7890743&amp;post=1&amp;subd=dewiagustinakpm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewiagustinakpm.wordpress.com/2009/05/25/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a77344703623be6d6b69961783f6b5d6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewiagustinakpm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
